BeautyFace

Cantik dari Lahir atau Perawatan

Peranan DNA pada Kondisi Kulit

“Wah kayaknya dia emang udah cantik dari kecil deh!” adalah salah satu pernyataan yang suka dilontarkan ketika melihat orang cantik. Tapi apakah definisi cantik itu sendiri? Apakah struktur wajah yang seimbang atau kulit wajah yang mulus dan bersinar?

Cantik sendiri sebenarnya banyak diasosiasikan pada wanita yang memiliki kulit wajah mulus, bersih, bersinar, tanpa cela. Terutama jika faktor makeup dihilangkan dalam penilaian dan ternyata ia memiliki kulit wajah yang sempurna, maka banyak yang setuju bahwa ia bisa dibilang cantik.

Lantas untuk yang tidak memiliki kulit wajah yang sempurna tidak menjadi cantik? ya tentu tidak! Pastinya banyak faktor lain yang membuat seseorang cantik di mata setiap orang.

Namun pertanyaannya adalah, apakah kulit wajah cantik memang bawaan lahir atau karena perawatan yang tepat?

Genetika mungkin memiliki peran besar dalam menentukan apakah kamu dapat memiliki kulit indah, sehat, dan bersinar, namun ada banyak cara yang dapat kamu lakukan untuk mencapai kulit yang kamu idamkan.

Ada pepatah mengatakan, buah jatuh tak jauh dari pohonnya, dimana pepatah ini mengacu kepada adanya kemiripan sifat dan perilaku orangtua dengan anak-anaknya. Lalu apakah DNA atau genetika orang tua menentukan seorang anak untuk dapat memiliki kulit wajah yang sehat, bebas jerawat?

Industri kecantikan dan perawatan kulit berkembang dengan sangat pesat dan dipenuhi dengan produk-produk yang menjanjikan pemecahan masalah kulit untuk mendapatkan kulit yang sempurna. Mulai dari masalah jerawat, keriput, noda hitam, dan segudang masalah lainnya yang ada pada kulit wajah.

Memiliki kulit wajah sempurna juga semakin menjadi suatu keharusan yang harus dimiliki agar dapat tampil percaya diri. Hal tersebut banyak didorong oleh semakin maraknya media sosial yang memperlihatkan orang-orang “biasa” -bukan selebriti, model, atau influencer-, yang memiliki wajah yang bersih, sehat, dan glowing, dan terlihat cantik dan menarik, terlepas dari apapun kontennya.

Peranan media sosial dimana setiap foto bisa difilter atau diedit sebelum diposting juga semakin menambah tekanan untuk beberapa orang yang merasa tidak percaya diri dengan kondisi kulit wajahnya.

Banyaknya iklan dan endorse produk kecantikan pun berseliweran dari berbagai macam brand. Namun apakah produk yang dipakai influencer A yang kamu ikuti dapat membuatmu memiliki kulit wajah yang sehat dan glowing seperti dirinya, atau apakah memang influencer A memiliki kulit wajah yang sehat dari sananya?

Pengaruh Faktor Genetika Terhadap Kondisi Kulit

Menurut Adam Friedman, MD, FAAD, seorang Profesor Dermatologis di Universitas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan George Washington mengatakan bahwa genetika memiliki peran besar dalam menentukan apakah kamu dapat memiliki kulit sehat atau tidak, namun faktor genetik bukanlah satu-satunya yang menentukan kesehatan kulit kamu.

Betul bahwa genetika seseorang mempengaruhi bagaimana kulit wajah seseorang terlihat dan berperilaku seperti bagaimana kulit bereaksi akan suatu produk atau makanan, namun penelitian yang ada sekarang belum berhasil menentukan gen mana yang menentukan kesehatan kulit seseorang.

Di dalam tubuh manusia terdapat sekitar 20,000-25,000 gen yang membentuk DNA, dan gen-gen inilah yang menentukan diri kita, termasuk perilaku kulit kita. Genetika seseorang bertanggung jawab dalam menentukan apakah kita memiliki tipe kulit normal, berminyak, kering, atau kombinasi, termasuk penyakit kulit, atau kondisi kulit tertentu.

Dalam kondisi genetika bekerja secara normal, kemungkinan besar kondisi kulit kita adalah perpaduan atau mengikuti salah satu orang tua kita, namun tentu saja banyak faktor lain yang dapat membuat kondisi tersebut berubah seperti misalnya ada proses kerja genetik yang tidak “normal” atau bermutasi.

Walaupun kamu memiliki orang tua dengan kulit yang sehat, namun faktor lingkungan, gaya hidup, dan kebiasaan yang dilakukan dapat mempengaruhi bahkan mengubah fungsi genetika yang telah kamu miliki.

Hal ini terutama terlihat pada kondisi penuaan kulit. Misalnya kamu memiliki keturunan genetik terlihat awet muda, namun karena kamu sering melakukan kegiatan di bawah terik matahari tanpa memakai sunscreen, kamu juga merokok, dan memiliki banyak masalah yang membuat kamu stress, di sinilah proses kerja genetik terganggu dan kemungkinan besar kamu akan terlihat jauh lebih tua dari yang seharusnya.

Pengaruh Perawatan dan Gaya Hidup Tepat Terhadap Kondisi Kulit

Menurut Alexa Boer Kimball, peneliti dan CEO Harvard Medical Faculty Physicians, produk perawatan wajah seperti moisturizer (pelembab), sunscreen/sunblock (tabir surya), dan actives (berbagai serum yang mengandung zat aktif) terbukti membantu meningkatkan peremajaan sel-sel kulit, melawan jerawat, dan penuaan dini.

Seberapa besar bantuan dari perawatan wajah yang tepat? Kembali lagi pada genetik, lingkungan, gaya hidup, dan kebiasaan sehari-hari kita. Namun skenario terbaik yang bisa kita dapatkan adalah kulit sehat yang terlihat lebih muda beberapa tahun dibandingkan usia kita sebenarnya, dan kondisi kulit bebas masalah.

Jadi, tidak perlu kecil hati jika kamu merasa tidak memiliki genetika kulit sehat seperti yang kamu harapkan karena semuanya masih bisa diatasi dengan perawatan yang tepat dan gaya hidup yang sehat.

 

sign

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button