InsightWork Stuff

Pentingnya Etika Bisnis dalam Perusahaan

Tingkat persaingan antar perusahaan yang ada di dunia saat ini pada akhirnya memaksa untuk menerapkan prinsip etika bisnis dalam menjalankan usahanya.

Pada dasarnya, etika dalam bisnis atau dalam bahasa Inggris disebut business ethics, adalah menerapkan standarisasi pekerjaan dan bisnis yang dijalankan sesuai dengan moral dan hukum yang berlaku. Etika bisnis sangat diperlukan untuk membangun bisnis yang sehat dan taat hukum.

Dengan menerapkan etika bisnis di dalam perusahaan, mereka bukan lagi hanya sekedar berpikir mengenai untung dan rugi. Memiliki etika bisnis sangat berpengaruh pada pengambilan keputusan dan dampak yang mungkin timbul secara luas, dan bukan hanya sekedar dampak finansial. Kesejahteraan karyawan, dampak pada lingkungan, dan kepercayaan konsumen merupakan beberapa hal yang harus dijaga dan diperhatikan oleh perusahaan yang menerapkan etika bisnis pada perusahaannya.

Apa yang Dimaksud dengan Etika Bisnis | Definisi Etika Bisnis

Etika bisnis pada dasarnya adalah sebuah studi yang mempelajari tentang kebijakan dan praktik bisnis yang bersih dan beretika. Tujuannya adalah menjaga persaingan sehat dan seimbang baik untuk industri sejenis maupun secara luas.

Hal-hal yang biasanya dibahas dalam etika bisnis adalah mengenai topik kontroversial seperti tata kelola perusahaan (corporate governance), kebocoran data atau informasi (insider trading), penyuapan, tanggung jawab sosial, diskriminasi, tanggung jawab terhadap stakeholder, dan tanggung jawab terhadap klien.

“It takes 20 years to build a reputation and five minutes to ruin it. If you think about that, you’ll do things differently.”

Warren Buffet

Etika bisnis biasanya ada dan berpedoman pada hukum yang berlaku, namun etika bisnis sendiri dapat dijadikan salah satu pedoman dasar hukum internal perusaahaan untuk menjaga semua stakeholdernya dapat menjalankan etika bisnis dalam melakukan pekerjaannya.

Tantangan dalam menjalankan etika bisnis terletak pada bagaimana melakukan bisnis yang taat hukum namun tetap dapat menjaga keunggulan kompetitif perusahaannya atas industri sejenis.

Contoh Etika Bisnis dalam Perusahaan

Etika bisnis mempengaruhi semua aspek yang dijalankan oleh perusahaan dari berbagai divisi, pekerjaan, dan pegawai yang mengerjakannya.

Misalnya kita ambil contoh pada pekerjaan kontrol kualitas (QC – Quality Control) pada perusahaan manufaktur yang memproduksi komponen dalam komputer. Tingkat produksi yang tinggi membuat perusahaan akan memproduksi komponen dalam jumlah banyak. Komponen tersebut akan dikirimkan ke salah satu negara yang memesan barang tersebut. Setelah barang selesai diproduksi, maka pegawai QC akan memeriksan satu persatu komponen; apakah layak atau tidak untuk dikirimkan.

Kemudian, berdasarkan kontrak pembelian, komponen tersebut harus sampai pada tanggal yang dijanjikan. Katakanlah, untuk komponen tersebut sampai tepat waktu ke tangan konsumen, maka komponen tersebut harus sudah selesai (produksi, pengecekan kualitas dan packing) siang hari ini agar dapat naik ke atas kapal yang sudah dijadwalkan.

Karena waktu produksi yang lama akibat banyaknya pesanan dan mepetnya waktu pengiriman, maka karyawan QC tidak mengecek semua komponen, mungkin hanya beberapa komponen dari satu batch saja. Sementara peraturan perusahaan mewajibkan semua komponen untuk diperiksa sebelum dikirimkan.

Jika komponen tersebut sampai ke tangan konsumen, dan setelah diperiksa mereka mendapati adanya kerusakan pada beberapa komponen (akibat tidak diperiksa oleh QC), maka konsumen tersebut akan melayangkan protes dan meminta untuk menukar barang yang rusak dengan barang yang layak.

business-ethics

Disinilah etika bisnis masuk dalam pembahasan. Karyawan QC tidak melakukan tugasnya dengan sempurna karena berusaha untuk memenuhi kontrak pengiriman. Disini perusahaan dan konsumen sama-sama mengalami kerugian. Perusahaan harus mengganti komponen yang rusak, mengeluarkan biaya untuk produksi ulang, dan mengirimkan ulang ke konsumen.

Sementara konsumen dirugikan secara waktu karena menunggu penggantian komponen, secara finansial karena misalnya ia dapat kehilangan klien atau mendapatkan protes dari kliennya yang memesan komponen tersebut. Atau komponen harusnya digunakan untuk penggantian sparepart pada mesin produksinya yang berimbas pada penghentian produksi dan kerugian produksi yang ditanggung akibat mesin mati.

Satu orang saja tidak menjalankan pekerjaannya, maka imbasnya bisa kemana-mana; kerugian dalam hal finansial, waktu, tambahan beban tambahan pekerjaan pada divisi lain, dan potensi kehilangan konsumen. Dan inilah yang dijaga oleh etika bisnis.

Alasan Pentingnya Etika Bisnis

Seperti telah dijelaskan pada contoh di atas, etika bisnis penting karena memiliki implikasi yang besar dalam setiap aspek bisnis yang dijalankan. Kesadaran para investor akan masalah sosial, lingkungan, tata kelola kerja, dan reputasi perusahaan mulai meningkat. Hal tersebut akan masuk ke dalam pertimbangan selain urusan finansial.

Dampak dari tidak adanya etika bisnis akan merugikan secara finansial dan reputasi sebagai imbas dari kemungkinan adanya gugatan hukum, hilangnya klien, kepercayaan terhadap brand, dan penurunan harga saham.

Memiliki etika bisnis dapat menciptakan lebih dari sekadar dampak positif bagi perusahaan saja. Etika bisnis memiliki implikasi pada dunia dan masyarakat secara umum; menjadikan dunia tempat yang lebih baik untuk ditinggali.

Mungkin butuh waktu lama dan banyak usaha untuk menerapkan model bisnis yang etis, namun dengan menjalankannya diharapkan dapat meminimalisir kerugian yang mungkin timbul akibat tidak adanya etika bisnis dalam perusahaan pada jangka panjang.

 

sign

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button