EntrepreneurWork Stuff

Tips Sukses Berbisnis! Tahun Pertama adalah Ujian Awalnya

Tips Supaya Kamu Bisa Survive di Tahun Pertama Berbisnis

Buat kamu yang baru mulai berbisnis, tahun pertama akan sangat menantang dan kritikal. Tahun pertama sangat membutuhkan kerja keras dan menjadi penentu apakah bisnis kamu bisa bertahan dan terus lanjut.

Berbisnis bukanlah hal yang mudah; ketidakpastian pendapatan, tidak adanya pengawasan, dan risiko kegagalan yang ditanggung sendiri, membuat banyak pengusaha kesulitan untuk tetap semangat menjalankan bisnisnya dan mempertahankan bisnisnya tersebut.

Saat memulai bisnis sendiri, ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh setiap pengusaha agar berhasil melewati tahun pertama yang kritis dengan sukses. Berikut adalah 3 hal yang perlu kamu ingat pada awal berbisnis:

Fokus Mencari Pelanggan

Buat kamu yang baru memulai bisnis sendiri tentunya sangat bersemangat dan termotivasi. Kamu ingin segalanya serba sempurna. Secara teori kamu sudah mengetahui semua yang kamu butuhkan hingga ke detail terkecil, dan pikiranmu akan terfokus pada soal bisnismu sendiri.

Lupakan itu sekarang! Jika kamu ingin berbisnis dalam waktu panjang, mungkin seumur hidup, maka selalu ada waktu nantinya untuk menyempurnakan segala hal. Fokuskan pikiranmu untuk mencari pelanggan. Alasan nomor satu pengusaha gagal adalah karena mereka tidak memiliki pelanggan yang ingin membeli produk atau jasa mereka.

Tidak perlu berasumsi bahwa kamu perlu menciptakan produk atau menyediakan jasa yang sempurna sebelum kamu menemukan basis pelanggan dari bisnis kamu. Salah satu cara terbaik untuk mengidentifikasi basis pelanggan kamu adalah dengan memaksimalkan eksposur bisnis kamu kepada konsumen.

Eksposur terbaik saat ini dilakukan secara online; jual produk atau jasa lewat e-commerce, miliki website dan gunakan sosial media untuk membangun brand, iklankan produk atau jasa kamu di google atau sosial media Ads. Setelah kamu memiliki pelanggan, maka kamu bisa mulai sedikit demi sedikit menyempurnakan detail-detail yang kurang berdasarkan feedback dari para pelangganmu.

Ingat bahwa sukses dalam bisnis selalu dikaitkan dengan adanya pemasukan dan keuntungan. Pemasukan dan keuntungan hanya bisa didapat dari adanya pembelian yang dilakukan oleh pelanggan. Oleh karena itu kamu harus fokus mencari pelanggan terlebih dulu, agar kamu selalu memiliki semangat dalam membangun bisnis kamu.

Kontrol Keuangan

Alasan utama lainnya mengapa bisnis gagal pada tahun pertama adalah karena rugi atau kehabisan uang. Oleh karena alasan ini, maka mengatur keuangan dengan bijak sangatlah penting. Kita tidak akan berbicara hal teknikal disini. Namun setidaknya kamu harus dapat memahami perbedaan antara manajemen arus kas dan laba (profit).

Berikut adalah contoh mudah sebagai gambaran, katakanlah bisnis kamu menggunakan model B2B (Business-to-business); kamu memiliki modal 70 juta, kemudian kamu mendapatkan pembelian produk senilai 50 juta yang akan dibayar dalam jangka waktu 60 hari.

Ongkos produksi pembelian barang itu adalah senilai 35 juta, dan kamu harus membayar vendor kamu dalam jangka waktu 30 hari. Sementara, selama belum dibayar oleh pelanggan kamu, kamu juga tetap harus mengeluarkan biaya operasional seperti menggaji karyawan, membayar listrik, air, dan lain sebagainya yang digunakan di kantormu sebanyak 20 juta perbulan. Sehingga:

MODAL USAHA: 70 juta

PENGELUARAN
Bulan pertama: 55 juta (35 juta (biaya produksi) + 20 juta (biaya operasional))
Bulan kedua: 20 juta (biaya operasional)
Total bulan 1 + 2 = 75 juta

PENDAPATAN
Bulan pertama: 0
Bulan Kedua: 50 juta

Karena modal kamu sudah minus 5 juta, maka pendapatan yang kamu terima adalah sebesar 45 juta. Lalu bagaimana kalau selanjutnya ada pemesanan dan terms pembayaran yang sama?

Dengan modal produksi 35 juta, maka sisa uang kamu hanya tinggal 10 juta, dimana sisa uang tersebut tidak dapat menutupi biaya operasional bulanan kamu. Belum lagi ada risiko pembayaran terlambat atau pelanggannya kabur.

Untuk itu sangat penting melakukan perhitungan yang matang pada awal memulai bisnis, dengan cara:

  • Pastikan uang dapat berputar dengan baik dan sesuai dengan perhitungan.
  • Hindari merekrut orang terlalu banyak, terlalu dini
  • Hindari membeli aset yang tidak berhubungan dengan produksi

Mengawasi keuangan dengan tajam sangat penting agar bisnis kamu bisa terus berjalan. Keuangan yang baik juga bisa menarik minat investor ketika bisnismu semakin berkembang dan membutuhkan suntikan dana.

Jaga Mental untuk Tetap Tenang dan Fokus

Selama tahun pertama pendirian perusahaan baru, selalu ada hal-hal yang dapat membuat stres dan panik, yang terkadang memunculkan rasa tidak percaya diri dan krisis eksistensial bisnis kamu. Entah itu karena penjualan produk atau jasa ternyata tidak sesuai dengan target yang diharapkan, pegawai andalan yang tiba-tiba resign, pengeluaran tak terduga, minat pasar yang berubah, dan banyak hal lainnya.

Hal tersebut sangat mungkin terjadi dalam berbisnis, namun kamu harus memiliki mental untuk tetap tenang dan fokus menjalankan bisnismu. Pertajam naluri bisnis kamu dan lakukan hal yang menurutmu tepat untuk mengatasi masalah yang muncul.

Keinginan untuk sukses yang kuat, bekerja keras dan bekerja cerdas, fokus mencari solusi, dan pantang menyerah menghadapi tantangan dalam berbisnis adalah sebuah mental yang dimiliki pengusaha sukses.

Cara termudah yang bisa kamu lakukan ketika masalah sedang menumpuk adalah dengan berusaha untuk melewati satu hari. Ketika kamu bisa bertahan hari ini, cobalah bertahan lagi keesokan harinya. Teruslah lakukan seperti itu hingga semua masalah bisa dilewati satu per satu.

 

sign

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button