FriendshipRelationship

3 Tipe Pertemanan Menurut Penelitian

Kamu Menjalani yang Mana?

Pertemanan tidak selalu terjadi karena takdir, menurut sebuah penelitian akademik, seseorang memiliki lingkungan pertemanan yang dibuatnya sendiri secara struktural.

Janice McCabe, Seorang profesor sosiologi dari Universitas Dartmouth, menganalisa struktur hubungan pertemanan yang umumnya dimiliki oleh setiap orang. Kebanyakan orang cenderung menjadi salah satu dari tiga tipe pembuat struktur pertemanan sebagai berikut:

  1. Tight-Knitter
    Tipe pertemanan tight-kneeter atau dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai “rajutan” pertemanan yang erat, merupakan sebuah hubungan di dalam kelompok teman dimana hampir semua orang mengenal satu sama lain.
    Jaringan pertemanan ini menawarkan dukungan sosial yang sangat besar kepada setiap anggota di dalamnya, namun juga berisiko ‘saling menjatuhkan’. Biasanya hubungan pertemanan ini disebut dengan istilah: “Gank”
  2. Compartmentalizer
    Orang dengan tipe pertemanan compartmentalizer adalah orang yang membangun pertemanan dengan “mengkotak-kotakan” teman berdasarkan tipe teman. Biasanya orang dengan tipe pertemanan ini memiliki dua sampai empat “kelompok” teman yang tidak saling mengenal satu sama lain.
    Masing-masing kelompok biasanya memiliki fungsi yang berbeda-beda, misalnya: kelompok A adalah teman-teman yang memiliki hobi yang sama, kelompok B adalah teman-teman yang selalu asik diajak bersenang-senang, kelompok C adalah teman-teman yang kamu percaya untuk bercerita dan mendapatkan saran, dan seterusnya.
  3. Sampler
    Sampler adalah tipe pertemanan one-on-one. Orang dengan tipe pertemanan ini biasanya memiliki banyak teman, namun hanya satu sahabat atau orang yang benar-benar ia percaya.
    Jika masuk dalam kategori ini maka secara pribadi kamu tidak bergantung pada persahabatan yang kamu miliki untuk mendapatkan perasaan diterima atau menjadi suatu bagian dari suatu hal. Kamu dapat mencapai kesuksesan tanpa bantuan orang lain, mandiri, tetapi mungkin terkadang merasa terisolasi secara sosial.

Masing-masing tipe dilandaskan pada survei yang telah dilakukan McCabe terhadap para mahasiswanya. Tentunya penelitian ini masih dalam tahap awal, dimana nantinya McCabe akan menggali lebih dalam mengenai ada tidaknya hubungan antara tipe pertemanan dengan hal-hal yang berhubungan dengan sosiologi.

Terlepas dari pengelompokan di atas, seseorang tentunya dapat mengidentifikasikan jenis pertemanan mereka sendiri; pertemanan macam apakah yang paling membuat mereka merasa nyaman dan diterima oleh individu lain.

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button