RelationshipRomance

Apa itu Open Relationship?

Gank Millenial, pasti tahu nih jaman awal Facebook pertama kali muncul di internet, dan kamu yang memiliki akun facebook, pasti menuliskan status relationship kamu pada profil akunmu. Salah satu status yang dapat dipilih adalah “In an Open Relationship”. Open relationship atau hubungan terbuka atau hubungan non-eksklusif, apa sih maksudnya?

Apa yang Dimaksud dengan Open Relationship?

Open relationship adalah hubungan di mana salah satu atau kedua pasangan dapat mengejar seks, dan terkadang keterikatan emosional, dengan orang lain selain mereka. Hubungan ini masuk ke dalam kategori hubungan non-monogami konsensual.

Hubungan ini adalah pengaturan yang disepakati kedua belah pihak, dan karena salah satu atau kedua pasangan terlibat dalam aktivitas romantis atau seksual di luar hubungan yang dimiliki, maka adanya kesepakatan, kesepahaman, dan kepercayaan adalah kuncinya.

Biasanya banyak pasangan yang menjalankan open relationship dengan batasan untuk hubungan seksual saja, namun tidak secara emosional. Namun, kembali lagi pada pasangan yang memiliki komitmen dalam hubungan ini, karena setiap pasangan memiliki kesepakatan masing-masing.

Apa Gunanya Menjalankan Hubungan Apabila Tidak Eksklusif?

Umumnya, orang memutuskan untuk menjalankan open relationship karena mereka pikir itu akan memberi mereka lebih banyak kesenangan, kegembiraan, cinta, kepuasan, orgasme, kegembiraan, atau kombinasi dari semuanya.

Misalnya, banyak orang yang menjalankan relationship selama bertahun-tahun, kemudian muncul perasaan jenuh terhadap pasangannya. Banyak yang akhirnya mencari kesibukan lain, namun banyak juga yang akhirnya malah selingkuh. Selingkuh sendiri adalah menjalin hubungan dengan orang lain secara diam-diam, tanpa sepengetahuan pasangannya.

Sementara orang-orang dalam open relationship telah memiliki kesepakatan bahwa keinginan untuk berhubungan seks atau memiliki hubungan emosional dengan orang lain boleh dilakukan, dan umumnya pasangannya pun tahu dan menyetujuinya.

Dalam pandangan relationship, tentunya selingkuh dianggap tidak etis, sementara open relationship, bila dilakukan dengan benar, pada dasarnya etis.

Alasan Mengapa Orang Menjalankan Open Relationship

Tidak semua orang bisa dan terutama mau dalam menjalankan open relationship. Walaupun pasangan telah sepakat sekalipun menjalaninya, namun akan ada saja orang-orang terdekat dari kedua belah pihak yang sangat keberatan dengan hal ini.

Pandangan konvensional mengenai hubungan tidak hanya berlaku untuk para orangtua saja, banyak dari kita yang masih memiliki pola pikir bahwa ketika dua orang menjalankan hubungan, maka kesetiaan dan komitmen adalah hal yang sakral.

Adanya keinginan untuk memiliki, tidak mau berbagi, perasaan tidak aman (insecure), agama, dan norma sosial menjadi batasan dan masih banyak dijadikan prinsip oleh banyak orang, terlepas dari modernitas, karena tidak ada hubungan antar keduanya untuk masalah prinsip hidup.

Lalu, apa sebenarnya alasan beberapa pasangan memilih untuk berkomitmen dalam open relationship? Beberapa hal umum yang menjadi alasannya kemungkinannya adalah:

  • Pasangan tersebut sama-sama memiliki banyak cinta untuk diberikan dan percaya bahwa setiap orang dapat mencintai lebih dari satu orang sekaligus.
  • Adanya keinginan untuk menjelajahi seksualitas atau hubungan seksual dengan orang lain.
  • Berhubungan dengan kasus libido yang tidak cocok.
  • Salah satu pasangan adalah aseksual dan tidak tertarik pada seks, dan yang lain ingin berhubungan seks.
  • Salah satu pasangan memiliki fantasi tertentu yang ingin mereka jelajahi dan yang lain tidak tertarik.

dan banyak alasan lainnya, dimana kembali lagi pada pasangan tersebut sendiri.

Open relationship bisa dijalankan untuk kamu yang masih mempertanyakan soal monogami, apa yang menjadi harapan dari menjalani suatu relationship, dan apa yang dilakukan apabila suatu hal terjadi seperti munculnya ketidakbahagiaan, kepuasan seksual, atau rasa bosan? atau apakah adanya rasa penasaran akan batasan dari suatu hubungan yang bisa kamu tolerir atau tidak.

Pun setelah mencoba untuk menjalani open relationship, dan menyadari bahwa hal itu terlalu berat untuk mental dan perasaanmu, maka tidak apa-apa. Risikonya mungkin lebih kepada pasanganmu, apakah akhirnya memiliki pandangan yang sama atau tidak.

Tentunya perbedaan pandangan akan sesuatu adalah risiko yang sangat mungkin terjadi dalam setiap hubungan, apa pun bentuknya. Pada intinya, hanya kamu dan pasangan yang dapat memutuskan apakah open relationship tepat untuk kalian.

 

sign

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button